Pembicaraan tidak selalu ber arti pemahaman antara dua jiwa Kata-kata yang berasal dari bibir-bibir dan lidah-lidah tidak selalu bisa membawa sepasang hati bersama Ada sesuatu yang lebih agung dan lebih murni dari apa yang diutarakan mulut.

Selasa, Februari 01, 2011

RATAPAN SANG PECINTA (IMAM ZAMAN)

 Wahai Kenyataan Alam
Wahai Kenyataan Zaman
Wahai Bukti Seluruh Ciptaan
Engkau Mengetahui Lorong perjalanan
Engkau Penyingkap Misteri Kehidupan
Engkau muara Yang Tak Bertepi
Di Setiap Kesempatan Engkau Datang Tuk Menyapa Kehidupan
Langkahmu Pasti Hidupmu Misteri 
Duhai Kiranya Kau Izinkan Budak Ini Tuk Menyapa
Walau Dalam Mimpi Atau Dari Kejauhan Jangkauan Mata
Tuk Obati Rindu Dendam Yang Tak Terbalaskan

Rasa Ini Kan Ku Bawa Sepanjang Masa
Melawat Ke Semua Penjuru Sudut Dunia
Mengiringi Misteri Kehidupan Yang Sepi
Layaknya Samudra Yang Tak Bertepi
Duhai Cermin Kehidupan Pemandu Semua Harapan

Duhai Pemilik Cinta Yang Di Tunggu Oleh Sang Pencinta
Andai Harap Cemasku Kau Balas
 Walau Dengan Senyuman Sekejap Di Pelupuk Mata
Terbalaslah Sudah Seluruh Jantung Rinduku
Terobati Sudah Kebimbanganku
Ku Temukan Sudah Hidupku Yang Telah Lama Mati
Cukuplah Matiku Ku Anggap Sebagai Bahagiaku dan kemenangan

Di Manakah Bayangmu Wahai Imam Zaman
Aku Tak Menharap Apa-Apa
Selain Perjumpaan Dan Cintamu
Malam-Malam Ku Terasa Sepi Tanpa Kehadiranmu
Sungguh Tanpa Diri Mu Wahai Cahaya Hidupku
Hidup Ini Terasa Hampa

Berat Terasa Olehku Wahai Yusuf-Nya Az-Zahra
Ku Melihat Semua Manusia Tapi Ku Tak Dapat Melihatmu
Di Manakah Engkau Berada Wahai Pemberi Syafaat Ciptaan Tuhan

Diri Ini Telah Ku Wakafkan Pada-Mu
Karena Hati Ini Tak Dapat Melupakanmu
Selama Dirimu Menjadi Kebahagiaan Bagi Jiwa
Menjadi Budak Merupakan Kebanggaan

Duhai cahaya terselimuti kabut dosaku
Dimanapun ku pijakkan kakiku
Bayangmu kan kubawa di depan mataku
Rasa sedih dan bahagiaku
Kan ku letakkan kau di sisiku

Jika pertemuan ini wahai kekasihku
 hanya dapat di tempuh dengan binasaku
tetapku menunggu hingga kau setuju
karena hanya kau tujuanku

menunggu matahari tertutup awan gelapku
maafkan aku telah merusak persatuan cintaku
ampuni kecerobohan laku ku
ku percaya pada sesuatu
tapi ku ekspresikan sesuatu yang lain

3 komentar: