Pembicaraan tidak selalu ber arti pemahaman antara dua jiwa Kata-kata yang berasal dari bibir-bibir dan lidah-lidah tidak selalu bisa membawa sepasang hati bersama Ada sesuatu yang lebih agung dan lebih murni dari apa yang diutarakan mulut.

Kamis, Mei 12, 2011

KETIKA ANAK-ANAK BERTANYA


Bahkan paling sulitnya pertanyaan dari anak-anak tentang Tuhan, pun mempunyai jawaban yang bisa difahami, yang hal ini akan akan membuka pemikiran penanya cilik ini tentang kekaburan pemahaman mereka akan Tuhan.

"Seseorang yang bertanya pasti muncul dari rasa keingintahuannya".
Manusia melakukan hubungan dengan dunia seputarnya dengan cara mengungkapkan pertanyaan dan kebutuhan-kebutuhannya. Kita bisa melihat dari apa kata-kata pertama yang diucapkan oleh seorang anak. Pasti akan berkisar tentang: "Apa?", "Di mana?", "Ke mana?", "Kenapa?".
Dan semua orang tua yang mempunyai anak berumur antara empat sampai lima tahun akan faham betul dengan hal-hal berikut:
"Mama, sebesar apa Tuhan itu?",
"Tuhan adalah paling besarnya sesuatu. Dia lebih besar dari bumi dan langit dan ….",
"Tetapi seperti apa besar Nya?",
"Tuhan sebesar alam ini, bahkan lebih besar lagi.",
"Apakah Tuhan ada pada setiap tempat?",
"Iya.",
"Kenapa?",
"Karena Dia adalah pencipta segalanya dan Dia pulalah yang harus mengatur segalanya.",
"Bagaimana Dia mampu berada pada semua tempat?",
"Karena Dia Tuhan, yang mampu melakukan segala sesuatu.",
"Kenapa?".
Cepat atau lambat Anda pasti akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, yang mungkin untuk menjawab secara sempurna kesemua pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah sebuah hal yang sederhana dan ringan buat Anda.
Anak-anak mampu menjelaskan persoalan-pesoalan dunia secara mendalam, tetapi ketika bertanya tentang Tuhan, mereka mengeluarkan petanyaan-pertanyaan paling sulit tentang baik, buruk, hidup dan matinya Tuhan.
Cara-cara di bawah ini akan bisa membantu Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, ketika Anda sedang berbicara dengan anak Anda tentang Tuhan dan mengungkap tentang rahasia-rahasia Nya.
1. Anda harus menganggap serius pertanyaan anak, dan sebelum menjawab berfikirlah sejenak untuk mencari waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaan mereka.
Mungkin Anda sedang sibuk memasak, telephone juga berdering terus-menerus, rumah masih berantakan di sana-sini, dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang belum Anda selesaikan, kemudian tiba-tiba anak Anda bertanya: "Mama, Tuhan besarnya seperti apa?". Normal, kalau dalam keadaan seperti ini, menjawab pertanyaan anak bukanlah waktu yang tepat betapapun berharganya pertanyaan mereka. Ketika Anda berada dalam kondisi seperti ini tetapkanlah waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaannya, tentu saja dengan persetujuan anak Anda. Biasanya awal malam adalah waktu yang paling tepat untuk hal ini, karena selain pekerjaan Anda telah selesai, Anda juga mempunyai cukup waktu untuk bercakap dan berbincang tentang Tuhan dengan anak Anda. Paparkanlah kembali pertanyaan mereka dan ungkapkanlah pendapat-pendapat Anda dengan bahasa yang ringan dan mudah difahami. 
2. Perhatikan pertanyaan anak Anda.
Kadang-kadang anak mengajukan suatu pertanyaan bukan untuk memuaskan rasa keingintahuannya atau untuk mencari jawaban yang benar, tetapi hanya untuk memancing perhatian orangtuanya atau untuk alasan-alasan yang lain. Anda tentu lebih memahami akan hal ini dan Andapun mempunyai kemampuan yang lebih untuk mengkaji apa yang menjadi alasan anak sehingga mengajukan suatu pertanyaan. Ketika Anda telah memahami bahwa anak-anak bertanya betul-betul muncul dari rasa keingintahuannya, maka perhatikanlah pertanyaan mereka dengan seksama.
3. Katakan dengan jujur kepada anak, bahwa tidak semua pertanyaan mereka bisa Anda jawab.
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan anak, Anda tidak harus menunggu hingga Anda mampu menjawab kesemua pertanyaan mereka, karena barangkali Anda bukanlah seorang filsuf atau 'alim rabbani yang mengetahui seluk-beluk pertanyaan dan jawabanya dengan sangat detail dan seksama, atau barangkali Anda khawatir bahwa jawaban Anda malah akan membuat kekeliruan dan menimbulkan kebingungan dalam diri anak. Maka, katakanlah dengan jujur, bahwa tidak semua pertanyaan mereka bisa Anda jawab.
Pada masa pra remaja, kadang-kadang anak tidak berminat untuk mengungkapkan kesemua pertanyaan mereka kepada Anda. Dalam keadaan ini maka sebaiknya Anda menyarankan supaya anak mengungkapkan pertanyaannya kepada seseorang yang bisa dipercaya (seperti kakak, guru,….). Tentunya Anda juga harus mengingatkan bahwa tidak selamanya dia bisa membebankan semua jawaban dari pertanyaannya kepada orang lain, tetapi suatu ketika dia harus berusaha sendiri dan mampu untuk mencari jawaban dari pertanyaannya.
Untuk memahamkan dan memperkenalkan wujud Tuhan kepada anak, Anda bisa memulainya dengan mengingat kembali pemahaman Anda tentang Tuhan. Meskipun Anda sebagai seseorang yang telah dewasa mempunyai pengalaman yang lebih banyak dalam persoalan ini, tetapi pencarian terhadap hakekat Tuhan adalah suatu hal yang tidak akan pernah ada hentinya dan akan berjalan terus-menerus dalam seluruh jenjang kehidupan manusia. Atas dasar ini, hingga sekarangpun Anda sebenarnya masih tetap sebagai seorang pencari (hakekat Tuhan) yang hanya bisa memberikan sedikit dari pemahaman yang Anda miliki kepada anak Anda. Hal ini terjadi mungkin karena ada beberapa persoalan yang untuk Anda sendiripun belum mempunyai pemecahan dan jawaban yang memuaskan atau bahkan ada sebagian dari persoalan yang hingga kini belum Anda temukan jawabannya.
Oleh karena itu, berikanlah selalu semangat kepada anak Anda untuk mencari pengetahuan lebih banyak lagi tentang Tuhan, dan berbincang-bincang tentang Nya bersama Anda. Pergunakanlah pemisalan atau contoh untuk menjawab pertanyaan mereka. tetapi Anda harus senantiasa menekankan bahwa Anda tidak mampu untuk menjawab secara sempurna pertanyaan-pertanyaan mereka, karena setiap jawaban yang Anda berikan tetap akan mempunyai penafsiran yang terbatas akan hakekat Tuhan, sedangkan Tuhan adalah sesuatu yang tidak bisa dibahasakan, karena bahasa bagaimanapun tinggi dan sempurnanya tetap membuat batasan akan hakekat Tuhan yang tak terbatas.
Katakan pada anak Anda:
" Mama tidak tahu sebesar apa Tuhan itu, tetapi Mama tahu bahwa di alam ini tidak ada sesuatupun yang lebih besar, lebih agung, lebih kuat, lebih baik dan lebih indah dari Nya. Tuhan lebih agung dari cahaya yang memancar, lebih luas dari langit, lebih besar dari alam, lebih …. dan Dia begitu mencintai hamba-hamba Nya.",
"Tetapi di mana Tuhan tinggal?",
"Dia hadir di semua tempat.",
"Apa Dia hadir pula di kamar Zahra?",
"Iya.",
"Dia juga ada di dalam lemarinya Zahra?, Di tempat mainan Zahra?, Di kulkas?, Di kamar Mama?, Di …..?",
"Tentu! Tentu!."
"Tapi bagaimana?",
"Tidak ada seorangpun yang tahu.",
"Kenapa?",
"Karena Dia Tuhan, yang tidak memiliki keterbatasan seperti kita manusia. Tuhan tidak bisa dibatasi oleh dinding, tidak bisa dibatasi oleh pintu, bumi, langit, ….. dan di manapun kita berada Dia senantiasa bersama kita."
Ketika Anda merasakan bahwa tidak ada keharusan untuk mengetahui jawaban dari kesemua pertanyaan tersebut, maka Anda berdua akan lebih merasakan kebesaran dan keagungan Nya. Perasaan seperti ini akan semakin memperkuat kebutuhan Anda akan Tuhan dan akan semakin menggerakkan keinginan Anda untuk mencari dan lebih mendekatkan diri kepada Nya.

Sumber :Metode Praktis Memperkenalkan Tuhan Kepada Anak  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar