Pembicaraan tidak selalu ber arti pemahaman antara dua jiwa Kata-kata yang berasal dari bibir-bibir dan lidah-lidah tidak selalu bisa membawa sepasang hati bersama Ada sesuatu yang lebih agung dan lebih murni dari apa yang diutarakan mulut.

Kamis, April 21, 2011

PALESTINA YANG LETIH KARENA DERITA


Palestina meneriakkan kezaliman yang menimpa dirinya, dengan harapan dunia akan mendengarnya. Barangkali, masih ada sekelompok manusia yang terketuk hatinya dan sudi meringankan beban derita penindasan Zionis yang ditanggungnya.

Beruntunglah mereka yang tidak berdiam diri mendengarkan jeritan palestina dan segera membantu para tertindas ditengah “tulinya” media massa atas penderitaan Palistina dan gagap gempita keberpihakan mereka pada kejahatan Israil. Kisah palestina adalah kisah memilukan dari penindasan atas manusia yang mesti dibaca berulang-ulang. Dan setiap kali membacanya, si pembaca mesti terus berharap agar kisah ini tak terulang lagi.

Sabtu, Februari 05, 2011

SALAM ATASMU WAHAI YANG TERSANJUNG DI SISI ALLAH SWT.



Jiwa-jiwa sedih mengelilingi Sang Nabi yg sedang berada dipintu ajal
Airmata berderaian,mengandung berbagai kenangan,kesenyapan,rasa rindu dan ucapan selamat tinggal
Sang Nabi mulai hadir dlm detik-detik penyatuan wujud yg hakiki dan tunggal bersama kekasih abadi
Kembali kami kenang ats syahidmu wahai Rosul tumpahan airmata membanjiri padang sahara
Ada duka berkepanjangan yg menggandeng kepilauan mengenang kekasih sejati
Sejarah mengantarkanmu pd keabadian,begitu banyak

Selasa, Februari 01, 2011

Ya Shohiba az Zaman


Wahai pemilik zaman
Selama engkau adalah kebahagiaan bagiku
Demi nyawa ini sebagai tebusanmu
Kan ku bajak sejarah dengan darah dan air mata
Wahai yusufnya zahra
Masukkan cintaku dalam  halaman wilayahmu
Selama engkau adalah kebahagiaanku
Takdirku adalah kemenangan bagiku
Wahai satu-satunya bukti di alam semesta
Kuratapi keghaibanmu
Sungguh berat bagiku melihat mereka namun tak dapat melihatmu
Dimanakah wahai....ku dapat menemuimu

Sinari Kegalauanku


Galau tak dapat menyapa sayup matamu
Lambaian tanganmu pun cukup tuk obati kegelisahanku yang sampai detik ini kuratapi
Andai syarat itu dapat ku penuhi tak mungkin lagi ku tertidur
Duhai sang surya yang ku tutupi tabir kepandiranku
Singkaplah tabirku tuk izinkanku bersimpuh di kakimu
Jadikanku bagai malaikat yang punya kerelaan untuk tunduk pada kebesaran adam

Wahai Kenyataan Alam


Derita panjang telah menghantuiku
Kepekikan kehidupan menyeruak dalam  kegelapan
Keadaan semakin menyempitkan relung jiwa ini
Adakah  kesempatan yang engkau berikan  tercapaikan
Menidurkan angan angan panjang yang tak kunjung menemui
Duhai kennnyataan alam
Meski perih itu  sesekali sirna
Keengganan  jasad  tak mengijinkanku tuk tak bertemu denganmu
Gapailah aku meki sesekali
Kan kujadikan  kebanggaan  pada setiap zaman 
Andai kau ijinkanku hidup dalam waktu lama
Kan ku  jaga kau dalam  samudra  kesendirian

RATAPAN SANG PECINTA (IMAM ZAMAN)

 Wahai Kenyataan Alam
Wahai Kenyataan Zaman
Wahai Bukti Seluruh Ciptaan
Engkau Mengetahui Lorong perjalanan
Engkau Penyingkap Misteri Kehidupan
Engkau muara Yang Tak Bertepi
Di Setiap Kesempatan Engkau Datang Tuk Menyapa Kehidupan
Langkahmu Pasti Hidupmu Misteri 
Duhai Kiranya Kau Izinkan Budak Ini Tuk Menyapa
Walau Dalam Mimpi Atau Dari Kejauhan Jangkauan Mata
Tuk Obati Rindu Dendam Yang Tak Terbalaskan

Negara Setengah Jajahan


Sekian lama Indonesia merdeka, namun nyatanya sederetan problem yang fundamental masih saja belum dapat di atasi. Pertanyaan yang sering di tujukan pada bangsa dan negara kita adalah setelah sete;ah setkian lama indonesia merdeka…
Mengapa korupsi masih meraja lela? Mengapa para koruptor bebas melenggang menikmati hasil korupsinya dan mengembangkan bisnis kotornya?, mengapa para tiran ekonomi kapitalis mutinasional bebas menyedot dan menguras habis kekayaan sumberdaya alam negara kita, dengan perlindungan dan kolaborasi para penguasa pribumi, sambil membiarkan rakyat terendam lumpur dan menderita di tempat-tempat pengungsian?.
Mengapa anak-anak negeri di biarkan kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak karena sekolah makin mahal saja biayanya, harga-harga kebutuhan pokok rakyat makin melambung tinggi, mencekik leher, sehingga mereka yang tak tahan dengan tekanan ekonomi rumah tangganya akhirnya bunuh diri dan membunuh anak-anaknya.

Senin, Januari 31, 2011

Dahulu Orang Berkata”Islam Adalah Agama Terbaik Dengan Penganut Terburuk”

Islam, sebagai suatu ideologi dan keyakinan menciptakan suatu ummah yang beradab dan dinamis di antara rakyat yang mandek dan suku-suku yang buta huruf. Ia menciptakan suatu peradaban dan ilmu pengetahuan yang dalam kenyataannya merupakan induk peradaban masa kini. Peradaban dan ilmu-ilmu Islam adalah penyebab-penyebab pokok kejatuhan feodalisme; akibatnya adalah tumbuhnya kelas menengah’ matinya semangat Abad Pertengahan di Eropa; berseminya gerakan Prostestan; melemahnya kediktatoran Paus yang suram; perubahan-perubahan dalam semangat monastis dari ajaran Katolik; gerakan Renainsans; bermulanya gerakan pelayaran, penemuan-penemuan dan perpindahan geografis; dan akhirnya, munculnya orientasi keduniawian dan kemasyarakatan dari semangat Barat yang baru. Peradapban dan ilmu-Ilmu Islam mencapai puncak kegemilangan dan kejayaannya pada abad ketiga dan keempat hijriah (abad ke-9 dan 10 Masehi),

Darahmu Tak Akan Sia-Sia

Gaza kembali berduka
Para wanita,anak-anak,dan seluruh warga di bantainya untuk keseribu kalinya―bahkan lebih― oleh penindasan yang di lakukan negara palsu Zionis Israil
SIALNYA...!!!
Para pemimpin dunia hanya bisa mengerunyutkan dahi atau bahkan menikmatinya
Para Raja Arab bersembunyi di balik jubah-jubah sutra mereka
Para tetangga Negara palestina bermesraan dengan para musuh
Diamnya kita adalah sakit hati bagi mereka
Ketidakpedulian kita lebih pedih dari peluru yg menyasar di dada mereka

Dan sebagian dari kita Diam seribu bahasa

Generasi Baru Berbuatlah

Karya manusia yang tak pernah terkendali dalam sejarah kehidupan, aktivitas keseharian sosial massa melahirkan kebudayaan yang melekat pada diri suatu kaum, sehingga menjadi tradisi yang terus diikuti oleh generasi selanjutnya; ya..mengikuti adalah kata yang tepat untuk mereka yang datang belakangan, inilah yang menghambat jalannya evolusi sebuah kehidupan walaupun mereka harus di paksakan dengan mengikuti sesuatu yang mereka sendiri tidak tahu latar belakang budaya yang telah bertahun-tahun ia jalankan.
Budaya terlepas dari baik dan buruknya, benar dan salahnya merupakan hasil dari kerja kolektif yang telah dilakukan oleh nenek moyang manusia, di dalamnya banyak hal yang tak masuk diakal, banyak hal masih menjadi takhayul dan sekali lagi sangat banyak yang jika di pikirkan telah usang untuk dilakukan, tapi sedikit sekali orang yang mau untuk merubahnya;dengan alasan melanggar budaya mereka takut untuk setidaknya mencoba merubahnya, sebagian yang lain, lagi-lagi atas nama tradisi agar para nenek moyang tidak di anggap orang yang tidak tahu tentang kehidupanya melakukan dengan suka rela lagi- lagi dengan alasan menjaga tradisi bahkan menghidupkan dan mengkampanyekan pada generasi setelahnya.
Sejarah seharusnya menjadi cermin bagi manusia untuk melangkah apa yang dapat dan pantas bagi zamanya untuk dilakukan dan membuang jauh-jauh apa-apa yang sudah harus di tanggalkan untuk kemudian dimusnahkan dalam aktivitas kolektif masyarakat; setidaknya hal itu dilepaskan dan diletakkan di musium-musium kenangan manusia, perjalanan manusia tidak boleh statis, kehidupan manusia harus aktif membuat perubahan-perubahan karena yang terpenting adalah evolusi untuk mencapai suatu kesempurnaan dan melahirkan sejarah kebudayaan yang baru.

RATAPAN SANG PECINTA

Wahai Kenyataan Alam
Wahai Kenyataan Zaman
Wahai Bukti Seluruh Ciptaan
Engkau Mengetahui Lorong perjalanan
Engkau Penyingkap Misteri Kehidupan
Engkau muara Yang Tak Bertepi
Di Setiap Kesempatan Engkau Datang Tuk Menyapa Kehidupan
Langkahmu Pasti Hidupmu Misteri

Duhai Kiranya Kau Izinkan Budak Ini Tuk Menyapa
Walau Dalam Mimpi Atau Dari Kejauhan Jangkauan Mata
Tuk Obati Rindu Dendam Yang Tak Terbalaskan
Rasa Ini Kan Ku Bawa Sepanjang Masa
Melawat Ke Semua Penjuru Sudut Dunia
Mengiringi Misteri Kehidupan Yang Sepi
Layaknya Samudra Yang Tak Bertepi
Duhai Cermin Kehidupan Pemandu Semua Harapan
Duhai Pemilik Cinta Yang Di Tunggu Oleh Sang Pencinta
Andai Harap Cemasku Kau Balas
Walau Dengan Senyuman Sekejap Di Pelupuk Mata