Pembicaraan tidak selalu ber arti pemahaman antara dua jiwa Kata-kata yang berasal dari bibir-bibir dan lidah-lidah tidak selalu bisa membawa sepasang hati bersama Ada sesuatu yang lebih agung dan lebih murni dari apa yang diutarakan mulut.

Senin, Mei 30, 2011

Doa dan Mukjizat

Jabir bin Abdullah al-Anshari bercerita bahwa pada suatu hari Rasulullah saw pergi guna menemui Fatimah sedangkan dia bersama beliau. Ketika sampai di depan rumah Fatimah beliau mengetuk pintu seraya bersabda "Assalamu'alaikum."

 

Fatimah dari dalam rumah menjawab "Alaikas Salam Ya Rasulullah."

Nabi bertanya "Boleh aku masuk ke rumahmu?"

Fatimah menjawab "Silakan."

Imam Fakir Miskin


   Ketika Imam Ali As menduduki jabatan sebagai hakim dan khalifah bagi kaum Muslimin, berbagai tantangan, bencana dan kesedihan datang menimpa beliau As. Walaupun demikian, beliau sendiri yang terjun langsung menangani masalah kemiskinan umat Islam dan rakyatnya. Beliau sama sekali tidak memiliki dendam pribadi kepada siapa pun, sehingga orang-orang yang sebelumnya memusuhi beliau dan menyimpan kedengkian dan kebencian yang mendalam sekalipun tetap dapat menerima bagian dari Baitul Mal. Bahkan beliau tidak membeda-bedakan dalam membagikan harta Baitul Mal itu di antara para sahabat, kerabat, famili dan orang-orang yang dekat dengan beliau dengan yang lainnya.

Kesan dan pengaruh kepribadian Imam Ali bin Abi Thalib AS.


 Kehidupan Imam Ali bin Abi Thalib AS. berbarengan dengan masa pergerakan wahyu hingga terputusnya wahyu sepeninggal Nabi. Ia memiliki posisi yang mulia di sisi Nabi. Posisi ini yang membuatnya berusaha untuk membantu dan melindungi Rasul Allah dan risalah selama dua puluh tiga tahun dengan perjuangan yang terus menerus. Pembelaannya terhadap batasan-batasan Islam yang suci. Kias balik posisi, perbuatan-perbuatan dan keutamaan yang dimilikinya dengan indah dilukiskan oleh ayat-ayat Al-Quran dan teks-teks hadis.

Jumat, Mei 27, 2011

Tiga Pertanyaan


Suatu hari seorang Badui Arab datang kepada Imam Husain As, Imam Ketiga kita. Dia berkata kepada Imam Husain As, "Aku memiliki hutang yang aku tidak dapat bayar." Aku datang kepada Anda untuk meminta bantuan karena aku telah mendengar kemuliaan dan kepemurahan Anda.

Imam As berkata kepadanya, "Aku akan mengajukan tiga pertanyaan kepadamu, jika engkau dapat menjawab pertanyaan pertama, aku akan memberikan uang untuk membayar sepertiga hutangmu. Jika engkau menjawab pertanyaan kedua, aku akan memberikan sepertiga yang lainnya. Jika engkau dapat menjawab ketiga pertanyaan dengan benar, aku akan memberikan uang yang engkau perlukan untuk membayar hutangmu."

Warisan inteletual Imam Ali bin Abi Thalib

Pertama yang dilakukan setelah Rasulullah saw meninggal dunia adalah -sesuai wasiat Nabi sendiri- mengumpulkan Al-Quran. Pengumpulan yang dilakukan oleh Imam Ali bin Abi Thalib memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pengumpulan yang dilakukan nantinya oleh orang-orang seperti Usman bin Affan. Kelebihan itu lebih dikarenakan penertibannya sesuai dengan waktu turunnya dan disertai dengan sebab-sebab turunnya ayat, tafsir dan ta'wil yang dibutuhkan oleh umat Muhammad saw. Imam Ali bin Abi Thalib pernah mengajukannya kepada khalifah pertama Abu Bakar Siddiq namun jawaban yang diterima demikian, 'Kami tidak membutuhkan ini'. Imam Ali bin Abi Thalib kemudian memberikan isyarat bahwa setelah ini mereka tidak akan mendapatkannya lagi. Dan memang demikian. Al-Quran yang dikumpulkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kemudian diwariskan kepada Imam setelahnya dari anak-anaknya.

Keteguhan Amirul Mukmini Ali Bin Abi Thalib as.


 Pada kondisi yang wajar dan normal, seseorang akan dapat mengatasi jiwa dan menentukan sikapnya yang sesuai dengan kondisi tersebut. Akan tetapi pada kondisi dimana ia diterpa angin kencang kemarahan dan permusuhan, seseorang akan kehilangan keseimbangn dirinya hingga pada saat-saat seperti ini sulit sekali baginya untuk menguasai dirinya.
Lain halnya dengan putra Abi Tâlib As, ia tetap teguh dan tegar pada setiap keadaan dan kondisi. Sikapnya sama sekali tidak terpengaruh dengan keadaan dirirnya, artinya sikap dan segala perbuatannya senantiasa terdapat rida Allah Swt. Tingkah lakunya di dalam rumah tangga, sikapnya dalam peperangan, pergaulan dan perlakuannya terhadap masyarakat senantiasa tunduk di bawah syari'at dan undang-undang Islam. Imam 'Ali As telah mendidik dirinya sedemikian rupa sehingga ia menjadi teladan yang baik bagi setiap muslim yang beriman kepada Tuhannya.

Iman Vs Kufr


Dalam perang Khandaq, kaum Muslimin menggali parit di sekeliling Madinah untuk mempertahankan diri mereka sehingga pihak musuh tidak dapat melintas.

Seorang dari pihak musuh yang bernama 'Amr bin Abduwud, yang dikenal akan kekuatannya, keberaniannya dan seni tempurnya kini melintasi parit.
  
Seluruh kaum Muslimin merasa gentar untuk bertarung dengannya dan hanya Imam 'Ali al-Murtada As datang menyambut tantangan orang ini.